Perilaku Membolos Mahasiswa

Kenakalan mahasiswa merupakan suatu bentuk perilaku yang maladaktif disekitar kita. Perilaku membolos mahasiswa disebut kenakalan karena membolos merupakan perilaku yang mencerminkan pelanggaran mahasiswa pada aturan yang sudah ditentukan kampus.

Membolos adalah salah satu perilaku menyimpang yang sangat popular dikalangan mahasiswa. Kebiasaan mahasiswa bolos belajar disebabkan oleh faktor internal (dalam diri mahasiswa) dan eksternal (lingkungan mahasiswa).

Faktor eksternal yang kadang menjadikan alasan membolos adalah mata kuliah yang tidak diminati atau tidak disenangi mahasiswa itu sendiri. Tentu saja sistem pendidikan yang ketat, terlalu monoton, mengekang tanpa diimbangi dengan pola pengajaran yang sifatnya menyejukkan atau merefreskan otak mahasiswa, dapat menjadikan mereka tidak lagi semangat, tidak fokus di dalam kampus terlebih di dalam kelas.

Karena kejenuhannya itulah yang kemudian mencari pelarian bagaimana cara memuaskan dirinya dan memutuskan untuk membolos, walaupun secara tidak langsung hal seperti ini sebenarnya bukan merupakan suatu jawaban atau tindakan yang tepat. Hal ini dapat dibuktikan bahwa mahasiswa yang suka membolos seringkali ikut serta terlibat pada hal – hal yang cenderung merugikan dirinya, orang lain maupun kampus itu sendiri.

Berikut Tips Penanganan Perilaku Membolos Mahasiswa:

 

1.       Kerja Sama dengan Orangtua

Ketika diketahui ada mahasiswa yang sering bolos, wali dosen segera menghubungi orangtua melalui sarana komunikasi yang ada. Pemberian informasi mahasiswa bolos kepada orangtua akan memudahkan orangtua untuk membina mahasiswa tersebut di rumah pada waktu berikutnya.

2.       Gerakan Disiplin Kampus

Gerakan disiplin kampus ini untuk memantau para mahasiswa yang membolos atau pergi pada waktu jam-jam pelajaran. Biasanya mereka berada di tempat keramaian atau di tempat hiburan yang ada di luar kampus. Mahasiswa yang membolos selain merugikan dirinya sendiri juga berpotensi untuk menimbulkan keresahan pada mahasiswa lainnya maupun masyarakat, karena mahasiswa yang suka membolos mempunyai tingkat kenakalan yang tinggi untuk melakukan sesuatu hal yang nekat dan justru sering mendekati kriminal seperti tawuran dan pesta miras, merokok dan sex bebas.

3.       Media Pembelajaran yang Efektif

Sudah tidak bisa dapat dielakan lagi, bahwa cara mengajar mahasiswa zaman dulu tidak bisa disamakan dengan mahasiswa zaman sekarang. Zaman sekarang, dosen perlu kreatif dalam menentukan media pembelajaran yang akan dipakai sehingga mahasiswa tidak bosan dan dapat menyerap materi dengan baik.

Media Pembelajaran adalah segala sesuatu, benda, atau bahkan lingkungan yang meningkatkan proses, situasi, dan efektifitas belajar mengajar. Tujuan penggunaan media dalam pembelajaran adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan dapat di serap semaksimal mungkin oleh mahasiswa.

Sistem yang terintegrasi dengan baik membuat mahasiswa dapat memperoleh semua informasi perkuliahan yang dibutuhkan dan mampu melaksanakan sistem pembelajaran dengan baik. Output yang diperoleh dari sistem pembelajaran ini juga tidak kalah dengan perkuliahan konvensional.

Selengkapnya tentang media pembelajaran klik disini

Kesimpulan :

Penanganan perilaku bolos mahasiswa memang tidak mudah dilakukan. Diperlukan penanganan secara komprehensif oleh semua pihak. Namun dengan kiat-kiat tertentu, kerja keras dan tentunya juga kemauan semua pihak, semoga perilaku menyimpang ini bisa teratasi.